“Cukup Satu Periode Saja” Oleh Gubernurnya Orang Desa

Comments 28 Views Views


“Cukup Satu Periode Saja” Oleh Gubernurnya Orang Desa

SIPerubahan - Mahatma Gandhi pernah mengatakan, “Kemiskinan merupakan bentuk terburuk dari kekerasan.” Berdasarkan laporan Asian Development Bank (ADB) tahun 2015 mengungkapkan, bahwa dari 255.46 juta penduduk Indonesia, 47,2 persen hidup di bawah garis kemiskinan.

Dari data itu juga diketahui, ada 4,4 juta orang miskin di Jawa Tengah. Karena itu, bicara soal wilayah Brebes, Sudirman Said seringkali merenung dan sedih. Boleh dikatakan, Brebes disebut sebagai kabupaten termiskin setelah Wonosobo dan Kebumen.

Di Brebes, Sudirman Said dilahirkan serta dibesarkan. Sejak kecil Sudirman sudah ditinggal pergi ayahnya. Dia menjadi anak yatim. Hidup dalam kemiskinan. Jadi anak “ngenger” ketika sekolah. Tidur di kolong dipan, tanpa kasur. Berbeda dengan Ganjar Pranowo saat kuliah. Orang tuanya rutin mengirim uang. Sehingga dia bisa menabung untuk beli kaset musik Rock N’ Roll dan Heavy Metal.

Sudirman Said melihat ibunya harus berjuang keras memberikan nafkah enam anaknya. Hingga sang bunda harus menggadaikan dandang tembaga. Menjahit, menyiang padi, tanam bawang, hingga ‘kurung’ beberapa bulan ke daerah Patrol dan Haurgeulis menjadi buruh tani. Demi bisa makan nasi jagung.

Sang ibunda tercinta pernah memberikan nasihat kepada Sudirman. ”Kowen kabeh kudu sekolah. Emakmu wong melarat jeprat, ning aja nganti uripmu pada sengsara kaya kuli panggul kae.”

Hanya keajaiban yang membuat Sudirman yang masih berusia muda waktu itu bisa kuliah. Kebetulan dengan kecerdasannya, dia dapet beasiswa dari STAN. Lalu melanjutkan kuliah S2 di George Washington University.

Tak heran bila Sudirman ingin jadi gubernurnya orang miskin yaitu di provinsi Jawa Tengah. Tujuannya, agar Sudirman bisa mensugihkan para petani, buruh, nelayan dan kuli-kuli panggul.

KH Munif Zuhri pun berpesan kepada Sudirman Said, “Mengurus Jateng, yang terpenting adalah menata hatinya. Setelah itu, buat mereka cukup makan dan merasakan keadilan”.

Cukup Satu Periode

Belum lama ini, Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said berkomitmen akan menjabat cukup satu periode kepemimpinan saja, bila dirinya terpilih menjadi gubernur provinsi itu. Pria yang berpasangan dengan Ida Fauziyah itu berpendapat bahwa pemimpin pada periode kedua rawan terjebak dalam korupsi.

"Jadi, kalau saya Insya Allah jadi gubernur (Jawa Tengah), saya cukup satu periode saja," tegas Sudirman di hadapan petinggi Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Tengah di Semarang, Jateng, Senin (16/04/2018)

Bapak dari enam anak ini memaparkan, bahwa kerawanan terjebak korupsi akan sangat mungkin terjadi bagi pemimpin dalam periode kedua. Hal itu bercermin dari total 98 kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus korupsi belakangan ini.

Menurut Mantan Menteri ESDM itu, kepala daerah yang akan maju untuk periode kedua biasanya akan berusaha mengumpulkan dana kampanye sebanyak-banyaknya, guna memenangkan kontestasi. Dengan begitu, akan mudah terjerumus dengan godaan memanfaatkan posisinya untuk mendapat dana kampanye.

Selain korupsi, masih dari penuturan Sudirman, kerawanan pemimpin periode kedua adalah penyakit popularitas. Dengan alasan terus mengejar popularitas, pemimpin periode kedua biasanya sibuk di media sosial, namun justru lupa tugas utamanya.

"Padahal, persoalan tidak bisa diselesaikan hanya dengan foto-foto, selfie, kemudian mengunggahnya di media sosial. Menyelesaikan persoalan butuh ketekunan, kerja keras, dan kebersihan pemimpin," terang pria kelahiran Brebes Jawa Tengah tersebut.

Lanjut Sudirman, pemimpin periode kedua bisa terjebak penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya, kekuatan besar yang dimiliki kepala daerah dua periode adalah memiliki akses informasi yang tidak diketahui umum, yakni melalui informasi intelijen. Selain itu, punya akses ke penegak hukum dan aparat keamanan.

"Itu semua bisa dijadikan sarana untuk menjatuhkan lawan politik, " ujarnya singkat.

Sudirman kembali menuturkan, dirinya berkomitmen, jika dipercaya memimpin provinsi dengan total 35 kabupaten kota itu, hanya akan menjabat selama satu periode. Setelah itu, tonggak kepemimpinan akan dilanjutkan oleh orang lain.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus