Menelisik Peta Politik Pemilu Malaysia

Comments 77 Views Views


Menelisik Peta Politik Pemilu Malaysia

SIPerubahan - Otoritas Malaysia pada Selasa (10/04/2018) mengumumkan akan menggelar pemilihan umum (Pemilu) pada 9 Mei mendatang. Malaysia akan menggelar Pemilu besok Rabu (09/05/2018).

Walaupun sejumlah pengamat mengatakan Perdana Menteri (PM) Najib Razak yang merupakan calon petahana akan bisa unggul, tapi Najib tentunya menghadapi tantangan kuat dari sekutu lamanya, mantan PM Mahathir Mohamad, yang sudah membuat kejutan kembali ke politik di usia 92 tahun.

Gambaran terkait peta politik di Negeri Jiran, sejak kemerdekaan pada tahun 1957 silam, situasi politik Malaysia banyak diisi oleh koalisi Barisan Nasional (BN) dan partai utamanya United Malays National Organisation (UMNO). Najib Razak sendiri memenangkan masa jabatan kedua sebagai perdana menteri pada tahun 2013 tetapi dengan mayoritas yang lemah dalam menghadapi oposisi yang kian kuat.

Najib sendiri memenangkan masa jabatan kedua sebagai perdana menteri pada tahun 2013 tetapi dengan mayoritas yang lemah dalam menghadapi oposisi yang semakin menguat.  Pada Pemilu 2013 lalu, oposisi menduga ada kecurangan pemilu dan kritikus yang juga berulang kali menuduh pemerintahan Najib melakukan kolusi kejahatan.

Najib pun pernah terjerat dalam tuduhan internasional terkait korupsi yang merajalela dalam kaitannya dengan pengelolaan dana investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sementara itu, dalam Pemilu tahun ini, muncul sebagai saingan utama Najib yaitu mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang mencalonkan diri kembali.

Mahathir bukan tokoh sembarangan. Dia diketahui mengundurkan diri pada 2003 silam setelah dua dekade berkuasa di Malaysia. Mahathir selalu dikaitkan dengan langkah revolusionernya mengubah Malaysia menjadi macan ekonomi Asia selama memimpin. Tak hanya itu, Mahathir juga mengambil sikap keras terhadap siapa saja yang menentangnya atau mengancam kekuasaannya.

Selain itu, Mahathir juga bisa menjadi mentor dan sekutu Najib. Namun seiring perjalanan waktu, Mahathir justru  vokal menentang kepemimpinan Najib dalam beberapa tahun terakhir. Dalam pemilu kali ini, Mahathir mengatakan bahwa jika dia terpilih, dia akan menyerahkan kekuasaan kepada orang lain dalam waktu dua tahun.

Orang lain yang dimaksudkannya kemungkinan besar yaitu mantan saingannya sendiri, pemimpin oposisi yang pernah dipenjara, Anwar Ibrahim. Anwar sebagai wakil Mahathir dan pewaris tahta pada era 90-an, dipecat pada 1998 karena perbedaan pandangan politik, dan selanjutnya dipenjarakan lantaran tuduhan sodomi serta korupsi, yang selalu dibantahnya.

Mahathir sendiri pernah mengatakan bahwa dia akan mencari pengampunan untuk Anwar, yang memungkinkan dia mencalonkan diri untuk pemilihan dan berpotensi, untuk jabatan tertinggi. Dalam pemungutan suara besok, pemilih akan memilih 222 anggota parlemen serta anggota dewan negara di 12 dari 13 negara bagian.

Najib sejauh ini menjadi sosok favorit, berdasarkan sejumlah analis. Dia dan ‘BN’ secara tradisional menikmati dukungan dari Muslim Melayu yang merupakan sekitar 60 persen dari populasi. Dia mengatakan kemenangan untuk pihak lain akan menjadi ‘mimpi buruk’ bagi etnis Melayu.

Sementara itu, oposisi secara tradisional bergantung pada etnis Tionghoa, India dan kelompok minoritas lainnya. Malaysia sendiri memiliki sistem first past the post, yakni partai yang memenangkan kursi terbanyak menduduki jabatan.

Jika Najib menang, partainya bisa kehilangan kursi, mengurangi pengaruh politiknya dan berpotensi menempatkan posisinya sebagai pemimpin yang dipertanyakan. Satu-satunya hal yang memberi peluang bagi oposisi yaitu kenyataan bahwa suara Melayu kemungkinan akan terpecah antara koalisi pemerintahan, oposisi, dan Islamis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Langkawi Jadi Kunci Kemenangan PM Mahathir

Langkawi merupakan tempat wisata di Malaysia Utara yang menjadi kunci bagi mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk kembali berkuasa, dalam pemungutan suara Pemilu Malaysia 2018. Pada puncak kekuasaannya 22 tahun, Mahathir mengubah desa nelayan di pantai barat Malaysia menjadi tujuan wisata kelas dunia dengan menyatakannya sebagai surga bebas pajak dan membuka pantai untuk bisnis.

Keputusan Mahathir itu telah menggairahkan penduduk setempat yang telah menyaksikan transformasi yang dipimpin oleh Mahathir. Langkawi pun bergerak dan bergairah setelah itu.

Dari perdana menteri hingga kini menjadi pemimpin oposisi, Mahathir yang berusia 92 tahun akan menghadapi perdana menteri petahana skandal Najib Razak pada Pemilu Malaysia 2018, besok Rabu (09/05/2018)

Pertarungan ini dianggap sebagai pertarungan head to head antara mantan mentor dan murid, dan dianggap sebagai tantangan terberat yang dihadapi oleh koalisi yang berkuasa, Barisan Nasional, yang telah memerintah negara itu selama lebih dari enam dekade. Salah satu alasannya, kata analis, adalah meningkatnya dukungan untuk oposisi dari etnis Melayu, yang terdiri dari 60 persen dari 270 juta penduduk Malaysia.

Penelitian dari pusat jajak pendapat independen Merdeka menunjukkan bahwa koalisi Mahathir, Pakatan Harapan kemungkinan akan memenangkan 43,7 persen suara rakyat, pada 1 Mei. Namun tidak mungkin memenangkan mayoritas dari 222 kursi parlemen.

Walaupun terlibat dalam skandal miliaran dolar di dana investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Najib yang menyangkal semua kesalahan, kemungkinan akan mempertahankan kekuasaan.

"Akan ada peningkatan suara melayu kali ini, tetapi karena perpecahan voting itu mungkin tidak cukup bagi oposisi untuk memenangkan pemilihan umum," kata analis politik Malaysia Adib Zalkapli.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus