Survei LSI: Airlangga Hartarto Peringkat Teratas Politisi Cawapres Jokowi

Comments 186 Views Views


Survei LSI: Airlangga Hartarto Peringkat Teratas Politisi Cawapres Jokowi

SIPerubahan- Belum lama ini, peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Adjie Farabi menjelaskan posisi calon wakil presiden (cawapres) bagi petahana Joko Widodo (Jokowi) terbagi dalam tiga latar belakang.  Airlangga Hartarto menduduki posisi teratas dengan latar belakang politisi disusul oleh Kepala BIN Budi Gunawan dan Politikus PDIP Puan Maharani.

“Untuk calon wakil presiden Jokowi, dibagi ke dalam tiga latar belakang. Jika latar belakangnya partai politik, Airlangga Hartarto dari Golkar di rangking satu. Ia diikuti oleh Budi Gunawan dan Puan Maharani dari PDIP,” papar peneliti senior Adjie Farabi di Kantor LSI Denny JA, Jakarta.

Adjie melanjutkan, sosok Moeldoko juga berada dalam radar cawapres Jokowi sebagai sosok berlatar belakang militer. Dilanjutkan oleh Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Nama Tuan Guru Bajang (TGB), Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) juga masuk menjadi sosok cawapres berlatar belakang Islam. Dalam survei tersebut, TGB unggul dari Cak Imin dan Rommy.

Selain itu, Denny JA juga melakukan survei terhadap elektabilitas cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hingga TGB berada dalam radar tersebut.

“Jika capresnya Prabowo, skor indeks kelayakan wapres tertinggi adalah Ahmad Heryawan, Muhaimin Iskandar, TGB Zainul Majdi,” tutupnya.

Terpisah, Golkar menerangkan bahwa Airlangga merupakan sosok yang paling pas mendampingi Jokowi pada periode 2019-2024.

“Jadi demi kebaikan semua pihak dengan memperhitungkan banyak faktor objektif, sebaiknya memang Pak Airlangga yang menjadi cawapres Pak Jokowi. Dari sisi elektabilitasnya kemungkinan juga besar terpilih, dari sisi kemanfaatan untuk menghadapi tantangan bangsa juga terjawab," jelas Wasekjen Golkar Sarmuji, Selasa (15/05/2018).

Sedangkan, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan menyatakan rasa bangga karena sang ketum diunggulkan dalam survei tersebut. Alasannya, metode expert judgement dinilai sebagai cara paling proporsional dan objektif dalam sebuah penelitian.

"Tentu metode expert judgement ini merupakan pendekatan yang objektif untuk melihat sejauh mana seseorang memiliki kelayakan untuk menjadi cawapres mendampingi Pak Jokowi. Ini tentu merupakan kebanggaan bagi kami, kader Partai Golkar, jika Pak Airlangga dinilai sebagai cawapres yang paling memenuhi syarat," tutur Ace panjang lebar.

Sekedar informasi, survei tersebut dilakukan pada tanggal 28 April hingga 5 Mei 2018 dengan jumlah responden di 34 provinsi sebanyak 1200. Wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus