Gotong Royong dan Kesederhanaan, Perayaan Tahun Baru Ala Wali Kota Makassar


Gotong Royong dan Kesederhanaan, Perayaan Tahun Baru Ala Wali Kota Makassar

Gemuruh kembang api yang menggelegar kemarin malam, euphoria menyambut tahun 2018 yang baru saja dimulai. Warna-warni dan dentuman suara kembang api menghiasi langit Kota Makassar di detik-detik memasuki tahun 2018. 

Saya bersama ribuan warga Makassar memadati kawasan Pantai Losari kala itu. Suara kembang api tanpa henti langsung terdengar, gemerlap cahaya kembang api terpantul dari permukaan laut Pantai Losari. Cantik dan memukau.

Tetapi, selain keindahan kembang api, ada yang lebih menarik dalam perayaan tahun baru 2018 ini. Ternyata pasokan kembang api yang bertebaran di langit Makassar kemarin bukan dipasok oleh Pemerintah Kota Makassar, melainkan hasil swadaya masyarakat itu sendiri. Maklum, saya berpikiran biasanya perayaan tahun baru atau hari-hari besar lainnya mendapat anggaran yang cukup besar dari penyelenggara acara, dalam hal ini Pemerintah Kota Makassar. Ternyata, saya keliru setelah mendengar kabar bahwa pasokan kembang api ini adalah hasil gotong royong warga Makassar. Salut.

Swadaya kembang api warga Makassar merupakan bentuk partisipasi yang positif, tinggal Pemkot Makassar yang mengawal, mengawasi, dan menjaganya. Usut punya usut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto atau yang akrab dipanggil Danny juga lebih mengedepankan perayaan tahun baru dengan memperbanyak renungan keagaaman. Danny lebih menyukai perayaan yang sederhana, murah dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk acara tahun baru di Makassar.

Terang saja, setelah perayaan pesta kembang api, Pemkot Makassar langsung membuka kegiatan rutin, yakni Gerakan Makassar Shalat Subuh Berjamaah. Namun kali ini spesial, karena sholat subuh berjamaah ini ditujukan untuk menyambut fajar tahun 2018. Acara ini sebagai bentuk doa dan zikir bersama untuk Makassar menjadi lebih baik. 

Keterlibatan masyarakat menunjukan warga Makassar sudah semakin dewasa, bertanggung jawab dan semakin bijak. Hal tersebut terlihat dari fakta berjalannya acara perayaan tahun baru 2018 dengan lancar dan aman.

Makassar telah memberikan contoh baik yang patut ditiru dan Wali Kota Makassar menjadi salah satu panutan pemimpin yang baik. Bagaimana ia mengatur masyarakatnya agar mau bergotong royong, bersama-sama memberikan warna untuk Makassar, bersama-sama memeriahkan dan membangun Kota Makassar. Sama seperti slogannya, bersama-sama wujudkan ‘Makassar Dua Kali Tambah Baik’. Saya turut mendoakan. Selamat tahun baru 2018.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus