Kini, Waktu Tepat Kunjungi “Surganya Dunia”

Comments 159 Views Views


Kini, Waktu Tepat Kunjungi “Surganya Dunia”

SIPerubahan - Terletak di posisi paling timur Indonesia, Papua, tak boleh dipandang sebelah mata. Kekayaan budaya dan alamnya terbukti membuat wilayah ini menjadi salah satu kawasan yang paling diburu para turis, baik mancanegara maupun lokal.

Bagaimana tidak, di daerah ini masih sangat terjaga keaslian biotanya, baik di daratan ataupun di bawah laut. Tak berhenti sampai di situ, penduduk asli yang masih mempertahankan budaya nenek moyang mereka pun tetap terjaga hingga hari ini dan justru menjadi daya tarik wisatawan.

Jika kamu berkunjung ke Papua, kami rekomendasikan beberapa tempat “Surga dunia” dan waktu yang pas untuk mengunjunginya. Berikut rekomendasinya.

Raja Ampat

Tempat ini pasti tak asing di telinga para pelancong. Ya, salah satu destinasi wajib apabila berkunjung ke Papua, tepatnya Waisai. Raja Ampat sendiri berdiri di atas empat gagasan kepulauan, yakni Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Area ini terkenal akan keindahan bawah lautnya. Hasil penelitian The Nature Conservancy, sekitar 75 persen spesies laut dunia ada di perairan Raja Ampat. Tempat ini cocok untuk kamu yang hobi snorkelling atau diving.

Waktu paling pas mengunjungi tempat ini adalah bulan Oktober dan November. Direntang waktu tersebut cuacanya sedang bagus dan arus airnya tenang, sehingga jarak pandang pada saat menyelam sangat ideal. Selain snorkelling dan diving, kamu bisa trekking, memancing, dan berlayar di tempat ini.

Lembah Baliem

Lembah yang berada di ketinggian 1.600 mdpl di Pegunungan Jayawijaya ini didiami oleh tiga suku di dalamnya, yakni Dani, Yali, dan Lani. Jika kamu berkunjung ke tempat ini, kamu bisa berinteraksi langsung dengan penduduk asli setempat yang masih menggunakan pakaian adat koteka untuk pria dan rok rumbai untuk perempuannya.

Lembah Baliem punya daya tarik sendiri. Salah satunya acara “Festival Lembah Baliem” atau biasa disebut Festival Perang, yang diselenggarakan setiap bulan Agustus setiap tahunnya.

Pertunjukan seni ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah dengan warga sekitar dalam rangka menenangkan perang yang kerap terjadi di tempat ini.

Danau Sentani

Danau Sentani merupakan danau terbesar dan terluas di Papua. Jaraknya mencapai 25 km dengan luas  9.360 hektar. Sebanyak 21 pulau kecil juga terbentang di antara danau tersebut.

Danau Sentani lebih asyik dikunjungi ketika bulan Juni. Alasannya, tiap di bulan tersebut penduduk sekitar Kalhkote mengadakan “Festival Danau Sentani” yang menunjukkan beragam kebudayaan asli Papua, dari mulai tarian, musik, hingga makanan khas Papua.

Taman Nasional Lorentz

Taman yang berada di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Jayawijaya, Paniai, Merauke, dan Fak-Fak, didapuk menjadi taman nasional terbesar se-Asia Tenggara. Taman Nasional Lorentz memiliki luas 2,4 juta hektar, dengan 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia hidup di dalamnya.

Di taman ini juga terdapat empat suku yang mendiami wilayah tersebut. Sebut saja, suku Nduga, Dani Barat, suku Amungme, suku Sempan, dan suku Asmat. Bulan Agustus hingga Desember menjadi waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini bersama keluarga, rekan, dan sanak saudara.

Desa Sawinggrai

Desa ini masih satu tempat dengan Raja Ampat. Di desa ini, yang merupakan habitat aslinya, pengunjung bisa menyaksikan burung cantik khas Papua, cendrawasih menari, dan lain-lain.

Namun ada waktu khusus untuk menyaksikan burung-burung tersebut menari. Pada pagi hari, pukul 07.00 hingga 09.00 WIT dan sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIT. Itu pun pengunjung harus mendaki bukit Sawinggrai yang normalnya bisa ditempuh selama 30 menit.

Atraksi tersebut merupakan cara sang burung jantan yang menunjukkan keelokan bulunya untuk merebut hati sang betina. Jadi, tempat mana yang akan kamu kunjungi bila berkunjung ke Papua? Jangan lupa abadikan momennya ya guys.  (Foto: Perairan Raja Ampat/ Penulis: Erlin)

Post a Comments
blog comments powered by Disqus